Beternak itik Petelur
Saat ini permintaan telur itik dipasaran selalu stabil dengan
harga yang selalu lebih tinggi dari pada harga telur ayam. Pemiliknya pun mudah
karena itik memiliki daya tahan yang relatif lebih tinggi dibandingkan ayam. Selain
itu, cabang usaha yang timbul dari beternak itik petelur bisa berogam seperti
pengolahan telur asin dan pengumpul itik
“apkir”. Karena itu beternak itik petelur memiliki potensi untuk dijalankan dan
dikembangankan terus menerus.
Akhir – akhir ini usaha peternakan itik petelur semakin
banyak diminati sebagai salah satu alternatif usaha peternakan unggas yang
menguntungkan. Besarnya peluang beternak unggas yang menguntungkan. Besarnya peluang
beternak unggas ini tentu menjadi alasan utamanya karena peluang yang semakin
terbuka lebar dengan semakin meningkatnya permintaan telur itik.
Awalnya, beternak itik petelur hanya dilakukan oleh
masyarakat pedesaan sebagai sumber pendapatan sampingan, namun saat ini banyak
masyarakat diperkotaan yang juga mulai melirik bisnis itik petelur sebagai
salah satu sumber pendapatan seperti bapak Abdul Wakhid yang lahir di kabupaten
Cirebon 17 Oktober 1953. Sejak tauhun 1979, Abdul Wakhid telah melakukan
kegiatan beternak itik itu sendiri.
Pada awal membuka usaha ini bapak Abdul Wakhid harus menentukan
tujuan dan skala usaha, kemudian mempersiapkan modal, lalu menentukan sistem
pemeliharaan itik petelur. Sistem yang digunakan bapak Abdul Wakhid ada 3 ialah
Sistem Tradisional, Semi Intensif, dan Intensif. Beliau juga sangat teliti pada
saat pengolahan peternakan, dari perawatan kandang, pemberian pakan dan perawatan
itik, pengawasan & pengarahan karyawan hingga pengaturan produksi telur dan
pengelolaan pendapatan (pendapatan & modal) bahkan pak Abdul Wakhid pernah
menjadi ketua KUD dan menjadi ketua “Tani Tigan Mekar”. Saat ini ia mendapat
kedudukan sebagai “Ketua Koperasi Peternak Itik Sumber Rezeki”. Kabupaten
Cirebon.
Hasil dan perjuangan yang telah dilakukan bapak Abdul Wakhid
membuahkan hasil yang baik dan terus meningkat keuletan dan ketekunan sangat
diperlukan dalam menjalani bisnis ini. Dan segmen atau cabang yang timbul dari
beternak itik dapat menghasilkan jika tepat dalam menjalankanya seperti bapak
Abdul Wakhid yang telah sukses dengan bisnis itiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar