Sabtu, 08 Oktober 2016

Pengertian E-Learning

      E-learning adalah sebuah proses pembelajaran yg berbasis elektronik. Media yg dibutuhkan adalah media komputer dan jaringan internet. Maka dari itu E-learning dapat dikembangkan dalam bentuk berbasis web. Sistem E-learning tidak memiliki batasan akses, inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu (Nugroho, 2007).Istilah e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar yang ada di sekolah/universitas ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet (Purbo & Hartanto, 2002).


     Berikut merupakan beberapa karakteristik yg telah dikemukakan oleh Suyanto (2005) mengemukakan 4 karakteristik E-learning yg terdiri dari :

  1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, dimana pengajar dan peserta didik, peserta didik dan peserta didik, ataupun pengajar dan sesama pengajar dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
  2. Memanfaatkan keunggulan komputer (media digital dan jaringan komputer). 
  3. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri yang dapat disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dimana saja bila yang bersangkutan membutuhkannya. 
  4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan yang dapat dilihat setiap saat di komputer. 



   Berikut adalah komponen-komponen yg membentuk E-learning (Romisatriawahono, 2008) :

  • Infrastruktur e-learning merupakan peralatan yang digunakan dalam e-learning yang dapat berupa Personal Computer (PC), jaringan komputer (yakni, kumpulan dari sejumlah perangkat berupa komputer, hub, switch, router, atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung dengan menggunakan media komunikasi tertentu (Wagito, 2005), internet dan perlengkapan multimedia (alat-alat media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi (Febrian, 2004))

  • Sistem dan aplikasi e-learning yang sering disebut dengan Learning Management System (LMS), yang merupakan sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional untuk administrasi, dokumentasi, laporan suatu program pelatihan, ruangan kelas dan peristiwa online, program e-learning, dan konten pelatihan (Ellis, 2009)), misalnya, segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar seperti bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), serta sistem ujian online yang semuanya terakses dengan internet.

  • Konten e-learning merupakan konten dan bahan ajar yang ada pada e-learning sistem (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk misalnya Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif seperti multimedia pembelajaran yang memungkinkan kita menggunakan mouse, keyboard untuk mengoperasikannya) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran yang ada di wikipedia.org, ilmukomputer.com, dsb.). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh peserta didik kapan pun dan dimana pun.



           Manfaat E-learniong (Smaratungga,2009) terdiri atas 4 hal yaitu :
  • Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity). Apabila dirancang secara cermat, pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik antara peserta didik dengan guru/instruktur, antara sesama peserta didik, maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Pada pembelajaran konvensional biasanya kesempatan yang terbatas ini juga cenderung didominasi oleh beberapa peserta didik yang cepat tanggap dan berani. Hal tersbut tidak akan terjadi pada E-learning karena peserta didik yang malu maupun yang ragu-ragu atau kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pernyataan/pendapat tidak akan merasa diawasi atau mendapat tekanan dari teman sekelas. 
    
  • Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility). Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet, maka peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja. Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan pembelajaran, dapat diserahkan kepada instruktur begitu selesai dikerjakan. Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan guru/instruktur.
  • Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience). Dengan fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah peserta didik yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakin lebih banyak atau meluas. Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan. Siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, seseorang dapat belajar. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan melalui internet. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang membutuhkan.

  • Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities). Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik. Demikian juga dengan penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodik dan mudah. Di samping itu, penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat pula dilakukan, baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas hasil penilaian instruktur selaku penanggung-jawab atau pembina materi pembelajaran itu sendiri. 

        E-learning mempermudah interaksi antar peserta didik dengan materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara peserta didik dengan dosen/guru maupun antar sesama peserta didik. Guru atau instruktur dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para peserta didik.



       
       - Kelebihan E-learning

  1. Tersedianya fasilitas e-moderating dimana pendidik dan peserta didik dapata berkumikkasi dengan mudah melaluo fasilitas internet secara reguler. Yg daoat dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
  2. Pendidik dan peserta didik dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yg terstruktur dan terjadwal melaui internet.
  3. Peserta didik dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
  4. Bila peserta didik memerlukan tambahan informasi yg berkaitan dengan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet.
  5. Pendidik dan peserta didik dapat melaksanakan diskusi melaui internet yg dapat diikuti dengan jumlah peserta yg banyak.
  6. Berubahnya peran peserta didik dari yg biasanya pasif menjadi aktif.
  7. Relatif lebih efisien. Misalnya bagi yg mereka tinggal jaug dari sekolah atau perguruan tinggi, bagi mereka yg sibuk bekerja, bagi mereka yg bertugas dikapal atau, diluar negeri.


      - Kekurangan E-learning


  1. Kurangnya interaksi atara pendidik dan peserta didik bahkan antar peserta didik itu sendiri. Kirangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar-mengajar.
  2. Kecenderungan menagaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknua ,mendorong tumbunya aspek bisnis.
  3. Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
  4. Berubahnya peran pendidik dari yg semula menguasai teknik pembelarajan konvesional.
  5. Peserta didik yg tidak mempunyai motivasi belajar yg tinggi cenderung gagal.
  6. Tidak semua tempat resedia fasilitas internet.
  7. Kurangnya penguasaan komputer.









referensi:
Hartanto, A. A., & Purbo, O. W. (2002). Buku pintar internet teknologi e-learning berbasis PHP dan MySQL. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.
Febrian, J. (2004). Kamus komputer dan teknologi informasi. Jakarta: Penerbit Informatika.
Tafiardi, Drs. (2005). Meningkatkan mutu pendidikan melalui e-learning. Jurnal Pendidikan Penabur - No.04/ Th.IV.
http://www.landasanteori.com/2015/09/pengertian-e-learning-definisi-manfaat.html

Kamis, 26 Mei 2016

Komunikasi dalam tulisan

  • Penulisan kabar atau berita
          Apa sebenarnya fungsi penulisan berita ? Menulis sebuah berita ialah suatu bentuk upaya  untuk menyampaikan kabar atau informasi mengenai sesuatu kejadian dalam bentuk tulis/tertulis. Dalam berita sangat lah penting sebagai penulis untuk menuliskan sebuah berita dengan lengkap dan komunikatif, agar pembaca dapat mudah memahami apa yg disampaikan dalam berita tersebut.

         Sebagai Penulis berita yg baik adakalanya penulis harus memperhatikan unsur2 kelengkapan dalam sebuah berita yaitu : (5W+1H) what, who, when where, why dan how.

     

  • Penulisan pesan pesan persuasive
         Persuasif adalah suatu usaha dalam bentuk ajakan untuk mengubah kepercayaan, tindakan ataupun sikap. Sederhananya penulisan persuasive ini fungsinya untuk menyampaikan suatu pesan dengan suatu cara yang dapat membuat para pembaca ataupun pendengar merasa mempunyai suatu pilihan dan dapat membuat mereka setuju.

         Di dalam suatu organisasi pesan2 persuasif mempunyai maksud untuk menjual gagasan atau ide mereka kepada orang lain, mengajak atau mengumpulkan suatu dukungan untuk kegiatan tertentu, dan meminta bantuan penggalangan dana untuk membiayai suatu proyek.

         

     1. Analisis Audien

Penyampaian pesan2 persuasif yg paling baik adalah dengan cara menghubungkan suatu pesan dengan keinginan atau minat dari para pembaca atau pendengar itu sendiri. Untuk mengakomodasikan perbedaan masing2 individual, analisis terlebih dahulu pembaca atau pendengar anda lalu susun lah suatu pesan yang dapat menjadi daya tarik bagi kebutuhan mereka.

   2. Pertimbangan Perbedaan Budaya

Pemahaman terhadap perbedaan budaya yang sudah ada bukan saja akan membantu dalam memuaskan kebutuhan para pembaca atau pendengar, tetapi juga akan membantu anda agar mereka bisa respect terhadap anda.

  3. Memilih Pendekatan Organisasional

Dalam hal sperti ini, kita dapat menggunakan pendekatan organisasional secara tidak langsung dalam menyampaikan pesan2 persuasif. Tetapi apabila kita mengetahui bahwa para pembaca dan pendengar suka dengan pesan yang disampaikan secara langsung, maka kita bisa menggunakan pendekatan operasional secara langsung .



  • Korespondensi (surat menyurat)
        Korespondensi (surat menyurat) adalah suatu kegiatan penyampaian pesan berupa surat antara pihak2 yg terkait di dalamnya, baik itu mengatas namakan suatu instansi ataupun perseorangan. Jadi pada iIntinya Korespondensi itu adalah kegiatan surat menyurat. Sedangankan untuk pihak lain yang berkaitan disebut dengan koresponden. Media yg digunakan dalam kegiatan korespondesi adalah surat. Surat memiliki peran penting dalam menciptakan suatu hubungan antara pihak yang terkait. Maka dari itu, dalam penulisan surat harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku baik dari segi bahasanya maupun dari segi tata letaknya.

       

Berikut Merupakan Ciri-ciri Surat : 

  1. Pesannya berupa tulisan
  2. Terdapat isi pesan yang menjadi pokok pembicaraan
  3. Penulisannya mengikuti aturan tertentu
  4. Gaya bahasa sesuai dengan jenis surat
  5. Terdapat informasi mengenai pihak yang terkait

Fungsi Surat :

  1. Sebagai penyampai pesan
  2. Sebagai wakil atau delegasi pengirim
  3. Sebagai pedoman atau petunjuk suatu hal
  4. Sebagai bukti tertulis
  5. Sebagai alat pengingat
  6. Sebagai dokumen penting


Bagian-bagian Surat :

Bagian surat tidaklah sama semua, karena pada setiap jenis surat pasti memiliki bagian-bagiannya sendiri. Namun ada beberapa bagian yg umumnya ada dalam sebuah surat. Bagian tersebut adalah:

  1. Informasi pengirim atau kop surat
  2. Atribut surat (tanggal, nomor, dan perihal surat)
  3. Penerima surat
  4. Alamat tujuan surat
  5. Pembuka surat
  6. Isi surat
  7. Penutup surat
  8. Identitas pengirim (tanda tangan, nama lengkap, dan jabatan)
  9. Tambahan (lampiran, tembusan dan pengonsep)


Komunikasi Lisan dan Negosiasi

  • Komunikasi Lisan dalam Rapat
       Biasanya pada suatu pertemuan ataupun rapat, setiap peserta harus menyadari posisinya masing2 dalam suatu forum. Masing2 peserta harusnya ;
  1. Mampu berperan sebagai komunikan yang sangat responsif dan tidak emosional.
  2. Mampu berperan sebagai komunikator yang berpatispasi aktif namun tidak memonopoli pembicaraan.
  3. Mampu berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab.
  4. Mampu mengendalikan diri, dan menghindarkan terjadinya debat, serta tidak berbicara bertele-tele.
  5. Mampu berperan sebagai penyelaras yang sangat bijaksana dan adil namun tidak kehilangan pendirian.

  • Komunikasi Lisan dalam Wawancara
             Pada dasarnya wawancara merupakan suatu obrolan biasa, tapi dengan topik yang tertentu, dan ada pihak yang akan bertanya (pewawancara) dan pihak lain yang harus menjawab, memberi informasi, atau menjelaskan. 

      Berikut ini adalah beberapa sikap wawancara yang baik dan benar, antara lain :

     1. Fokus pada lawan bicara
     2. Fokus pada topik pembicaraan
     3. Tidak boleh memotong pembicaraan 
     4. Gunakan volume suara yang baik (tidak berbicara terlalu keras) 
     5. Sabar 
     6. Lakukan verivikasi jika ada kekurangan atau kesalahan
     7. Tidak boleh menyakiti hati responden 
     8. Hidari bahasa yang menggurui responden
     9. Hidari kata-kata kasar (kotor) 
     10. Bersikap ramah 
     11. Hindari sikap rakus 
     12. Hidari tatapan yang aneh sperti menyelidik/melotot/cligak clinguk 
     13. Dan yang terakhir Ucapkan terimakasih


  • Komunikasi Lisan dalam Bernegosiasi

            Menurut Oliver Negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak yang melakukan komunikasi mempunyai hak atas hasil akhir. Sedangkan menurut Casse bahwa negosiasi itu ialah proses dimana paling tidak ada dua pihak dengan persepsi, kebutuhan, dan motivasi yang berbeda mencoba untuk bersepakat tentang suatu hal demi kepentingan bersama. Sementara Stephen Kozicki mengatakan Negosiasi merupakan suatu seni dalam mencapai persetujuan dengan memecahkan berbagai perbedaan melalui kreatifitas. 

Berikut ini adalah beberapa Tujuan dari adanya Negosiasi :

 1. Untuk menemukan suatu kesepakatan antara kedua belah pihak
 2. Untuk memenuhi harapan/keinginan antara kedua belah pihak
 3. Untuk mendapatkan sebuah keuntungan atau menghidari kerugian.

Biasanya dalam melakukan negosiasi setidaknya terdapat 6 tahapan yang penting yang harus dilakukan :  

1. Persiapan 
Yang dimaksud persiapan itu ialah meliputi, Mengumpulkan atau mencari informasi, Menentukan tim negosiasi, Mengusahakan lebih banyak untuk mengenal profil pihak lawan, tujuannya adalah agar tumbuh kepercayaan diri & kesiapan dalam melakukan negosiasi. 

2. Kontak pertama 
Tahap ini adalah tahap pertemuan secara langsung antara kedua belah pihak yang terlibat dalam proses negosiasi. Lalu ada yg namanya Tahap penilaian, dimana pada tahap ini akan muncul kesan pertama antara kedua belah pihak. 

3. Konfrontasi 
Tahap ini adalah tahap dimana sering terjadinya adu argumen antara kedua belah pihak terhadap segala sesuatu yang dinegosiasikan. Lalu pada tahap ini juga biasanya terdapat perbedaan dan berpotensi semakin panasnya perdebatan.

4. Konsiliasi 
Yang dimaksud konsoliasi adalah melakukan tawar menawar utk memperoleh kesepakatan yang betul2 disepakati dan bermanfaat bagi kedua belah pihak. 

5. Solusi
Pada tahap ini kedua belah pihak mulai saling menerima dan memberi, atau dimana para negosiator mulai menemukan kesepakatan bagi kedua belah pihak dengan cara mereka masing2, dengan mengembangkan sikap relasional dan bersikap saling memberi solusi terbaik bagi kedua belah pihak. 

6. Pasca Negosiasi 
Tahap ini adalah tahap terakhir dari suatu negosiasi yaitu bentuk konsolidasi bagi kedua belah pihak, memastikan masing2 pihak berkomitmen atas segala yg sudah disepakati. 



KETRAMPILAN BERNEGOSIASI 

Berikut terdapat 2 jenis ketrampilan bernegosiasi antara lain : 

1. Skill Convensional : 
     a. Menggunakan pertanyaan terbuka 
     b. Menafsirkan atau merumuskan kembali perkataan negosiator lawan dengan kata-kata                          sendiri 
    c. Diam setelah suatu pertanyaan dibuat oleh lawan negosiator. 
    d. Menyimpulkan dari waktu kewaktu, dan membuat catatan penting selama negosiasi 
    e. Menyatakan perasaan dan emosi untuk meredakan ketegangan dan membentuk rasa percaya diri.

 2. Skill Nonconvensional : 
     a. Menunjukkan salah pengertian tentang maksud pihak lawan dengan perumusan ulang                          pertanyaan dan kesimpulan yang salah.
     b. Membesar-besarkan apa yang dikatakan oleh negosiator lawan 
     c. Menggunakan kata-kata yang over stateman seperti selalu, tidak pernah,tidak mungkin, dll. 
     d. Membuat gerakan yang tak terduga, misalnya beralih ke hal lain tanpa diduga. 
     e. Menghujani pihak lawan dengan banyak pertanyaan atau bias jua terlalu banyak informasi yang         menimbulkan kebingungan




referensi :
Nawangsari, Sri. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma.
Hais, Dama. EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DAN NEGOSIASI DALAM BISNIS. retrieved May 26 2016 from repository.ung.ac.id/get/.../Efektivitas-Komunikasi-dan-Negosiasi-Dalam-Bisnis.pdf

Presentasi Bisnis

  • Persiapan dasar presentasi bisnis

A.      Penguasaan Topik atau materi yang akan Dipresentasikan

Salah satu syarat penting yang harus kita lakukan ketika akan menghadapi presentasi adalah penguasaan materi yang akan dipresentasikan. Dengan penguasaan topik materi yg akan dipersentasikan presenter akan lebih mudah menyampaikan apa yg ingin disampaikan kepada audiens. Apabila presenter tidak siap akan materi presentasinya hal tersebut akan menghambat penyampaian pesan kpd audiens, dan juga dapat memberikan image yg kurang baik bagi presenter yang bersangkutan.


B.      Penguasaan Berbagai Alat Bantu Presentasi dengan Baik

Hal selanjutnya yg harus diperhatikan agar presentasi berjalan dengan baik adalah memanfaatkan berbagai alat bantu yang akan membuat presentasi tersebut menjadi lebih menarik dan dapat menemui ekspektasi dari sang presenter.



C.      Menganalisis Lingkungan Lokasi atau Tempat untuk Presentasi


Lalu pada langkah yg terakhir agar presentasi berjalan sesuai dengan ekspektasi adalah menganalisa lingkungan lokasi tempat dimana akan melaksanakan presentasi bisnis. Dengan memahami suasana lokasi untuk presentasi tersebut tentu akan memberikan kemudahan  kpd seorang presenter dalam mengatur perlengkapan yg akan digunakan dalam presentasi. Contoh sperti tata letak ruang, bentuk meja dan kursi untuk para audiens dan lain sebagainya.




  • Penggunaan alat bantu dalam presntasi
  1. Papan tulis                                                                                 
  2. Flip Charts                                                                      
  3. Transparansi overhead project                                                 
  4.  Papan tulis elektronik                                                               
  5. Panel LCD                                                                                 
  6. Proyektor LCD                                                                         


  • Menganalisa audiens
            Seorang pembicara atau presenter sangat perlu untuk mengenal siapa yang menjadi audiens agar tujuan presentasi dapat tercara dengan baik. Dengan cara bertanya menggunakan 5W+1H  maka seorang presenter akan dapat mengidentifikasikan para audiens nya. Sehingga presenter akan dapat melakukan persiapan atisipatif.



Dalam menganalisis audiens seorang presenter harus bisa menjawab enam pertanyaan mendasar berikut ini :

1.    Apa yang diinginkan audiens? 
     Sebagai presenter yg baik perlu mengetahui apa yg sebenarnya diinginkan dari para audiens. Supaya penyampaian pesan2 bisnis bisa sesuai sperti yg diharapkan. 
2.     Kapan melakukan persentasi? 
    Seorang presenter juga perlu memperhatikan secara seksama kapan dia akan melakukan presentasi bisnis seperti : hari, jam berapa, tanggal, bulan, dan tahun.
3.   Siapa audiensnya?
  Sebagai presenter juga harus menganalisis audiens, tentang kepada siapa sebenarnya seseorang itu berbicara.  
4. Dimana melakukan persentasi? 
    Bagi seorang presenter, pemahaman terhadap tempat dimana dirinya akan melakukan persentasi merupakan satu hal yg sangat penting.
5.   Mengapa melakukan persentasi?
Sebelum melakukan persentasi bisnis, seorang presenter juga harus mampu menjawab   berbagai pertanyaan tentang mengapa dia harus melakukan persentasi bisnis.
6.   Bagaimana melakukan persentasi?                                                                         
     Seorang presenter yg satu dengan pembicara yang lain tentunya harus memiliki strategi persentasi bisnis yang beraneka ragam.




  • Mempersiapkan diri dan mental

          Salah satu faktor yang membuat keberhasilan suatu presentasi bisnis adalah dimana adanya faktor self confidence atau kepercayaan diri yang kuat dari sang Presenter. Presenter yang kurang memiliki rasa percaya diri yang kuat akan berdampak pada presantasi bisnis yang asal-asalan atau kurang baik. Sehingga presentasi tersebut tidak mencapai sasaran yang diinginkan.
Ketidakpercayaan diri seseorang bisa diekspresikan dengan berbagai sikap atau perilaku sebagai berikut:

·      Gemetar
Tangan serta lutut yang gemetar sebenarnya bukanlah disebabkan oleh adanya rasa takut. Akan tetapi itu merupakan terjadinya  suatu proses bomeostatik dari badan yang  sedang membuang energi berlebih. Presenter harus menggunakan kelebihan energy tsb secara positif dengan cara melakukan gerakan tubuh yang termotivasi oleh apa yang sedang disampaikan kepada audiens.
·      Bicara Terputus-putus
Jika saat persentasi bisnis seorang presenter mulai berbicara terputus-putus, Alangkah baiknya lepaskan kontak mata dengan audiens terlebih dahulu lalu mulai mengambil nafas dalam-dalam dan hembuskan nafas secara perahan sambil melihat catatan kecil yg dibawa. Selanjutnya, presenter sebaiknya mulai memfokuskan perhatian pada apa yang sedang dipresentasikan.
·      Mulut Kering
Jika pada saat presenter melakukan presentasi bisnis dan tiba terasa mulut mulai kering, sebaiknya segera minta disediakan segelas air minum dengan cara langsung atau tidak langsung. Karna hal tersebut bisa membuat presenter tidak merasa nyaman dalam menyampaikan materi presentasi.
·      Tenggorokkan Tersumbat
Apabila seseorang presenter yg sedang melakukan persentassi bisnis dan tiba2 tengorokan terasa tersumbat, sebaiknya belajarlah menguap diam-diam sambil menundukkan kepala,  lalu katupkan bibir, buka bagian belakang tengorokan dan tarik udara masuk lewat hidung. Hal tersebut sangatmembantu apabila tba2 tenggorokan terasa tersumbat.
·      Tersenggal-senggal
Apa yang perlu dilakukan bila pada saat melakukan presentase bisnis, tiba-tiba pernafasan pembicara terganggu atau tersengal-sengal? Jangan cemas, tundukkan kepala dan alihkan fokus anda dari audiens. Lipatlah lengan kiri menyilang bagian bawah perut, kendorkan bahu, tarik napas dalam-dalam kebagian bawah perut, dan hembuskan nafas perlahan-lahan lewat bibir.



referensi :
Dea,Irwin.PresentasiBisnis.retrieve26May2016 from https://www.academia.edu/9420401/MAKALAH_KOMUNIKASI_BISNIS_PRESENTASI_BISNIS
Nawangsari, Sri. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma.

Perencanaan Laporan Bisnis

  • Pengertian dan Jenis Laporan Bisnis
          Arti dari laporan bisnis adalah dokumen faktual yg menyatakan tujuan dari suatu organisasi / perusahaan yg merupakan sarana manajerial untuk menginformasikan / memberikan kontribusi pada pengambilan keputusan harus bersifat akurat, lengkap dan obyektif.

Berikut merupakan Klasifikasi dari setiap laporan, yg dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Laporan individu & laporan resmi
Laporan ini biasnya dibuat atas inisiatif seseorang, oleh karena itu memerlukan rincian dan pendukung yang lebih banyak daripada laporan resmi yg dibuat berdasarkan permintaan pihak lain. pada saat menyusun laporan individu, biasanya pembuat laporan lebih banyak menyampaikan latar belakang pada pokok laporannya dan menerangkan tujuan dari laporan nya tersebuut.
2.Laporan rutin & laporan khusus
Beda dengan laporan Individu dan resmi, laporan rutin atau laporan berkala diajukan berdasarkan aktivitas yg rutin dilakukan. Laporan rutin biasanya dibuat dalam bentuk berupa beberapa kolom kosong pada bagian-bagian tertentu.
3.Laporan internal & laporan eksternal
Laporan internal pada umumnya bersifat tidak seperti laporan eksternal yang dibuat kebih formal.


  • Bagian Pokok dalam Laporan Bisnis

BAGAN LAPORAN BISNIS
Berikut merupakan gambaran umum sebuah laporan bisnis yg terdiri dari beberapa bagian yaaitu: pendahuluan, teks, dan yg terakhir penutup.
a. Pendahuluan
Dalam bagian ini terdapat bbrapa hal yg perlu untuk diperhatikan, dan merupakan bagian yang akan ditulis.
  1. Pemberi kuasa adalah orang yg meminta laporan.
  2. Layout atau rencana presentasi yg berisi apa ya akan dibahas dalam laporan bisnis tersebut.
  3. Masalah yg biasanya diletakkan pd awal2 pendahuuluan sebelum maksud & tujuan.
  4. Maksud penulisan laporan bisnis harus terlihat dalam bagian pendahuluan, yg terdiri dari tujuan, misi, strategi, atau sasaran.
  5. Ruang lingkup berkaitan dengan luaas cakupan atau batas suatu pokok bahasan utk sebuah laporan bisnis.
  6. Metodologi menyangkut pada cara menguumpulkan data / informasi.
  7. Sumber2 primer atau sekunder yg meliputi antara lainn publikasi, catatan perusahaaan,  hasil wawancara karyawan, surat, memo, dan sebagainya.
  8. Latar belakang dari situasi yg sedang diteliti perlu juga untuk dimasukkan, agar memperoleh gambaran dan pemahaman yg jelas terhadaap pokok baahasan.
  9. Definisi istilah perlu juga dicantumkan, agar tidak terjadinya salah penafsiran, apabila di gunakan definisi atau istilah2 yg tidak umum ataau lazim.
  10. Keterbatasan seperti dana, waktu, biaya, asisten peneliti, atau dataa yg tersedia.
  11. Rekomendasi menjelaskan tentang keputusaan yg perlu dilaporkan dalam suatu laporan bisnis.
b. Teks
Bagian ini berisi inti dari laporan bisnis yg dibuat dan merupakan bagian yang terpanjang dalam laporan tersebut. Pada bagian ini membahas hal2 yg penting dan secara rinci. Disamping itu bagaian ini juga akan membantu dlm mencapai suatu tujuan atau maksud penulisan laporan bisniss. Penulisan laporan bisnis yg baik, harus mencakup temuan fakta yg penting dan relevan serta membuang hal2 yg tidak diperlukan atau yg tidak relevan. 
c. Penutup
Bagian penutup berfungsi untk merangkum laporan yg sudah dibuat secara menyeluruh, mengambil kesimpulan, dam memberikan rekomendasi. Pengambilan kesimpulan akhir haruslah didasari oleh isi dari laporan bisnis yang dibuat, tidak memasukan hal2 yang tidk dibahas pada bagian sebelumnya. Biasanya pada bagian ini terdapat beberapa sub bagian yg di antara lain :
  1. Rangkuman, rangkuman merupakan ringkasan pembahasan secara menyeluruh.
  2. Kesimpulan, berisi berupa evaluasi fakta2 dan data2 yg dibahas, tanpa memasukkan pendapat pribadi.
  3. Rekomendasi. merupakan saran suatu program tindakan yg didasarkan pada kesimpulan yang telah dibuat.
  4. Rencana tindakan, bagian ini merupakan pernyataan terakhir yg mencakup waktu pelaksanaan, anggaran yg diperlukan, serta orang yang bertanggung jawab terhadap kegiatan bisnis yg sedang dilakukan.


  • Pengorganisasian isi dalam Laporan Bisnis


      Berikut merupakam cara Menyusun Teks Laporan Bisnis :

      1. Membuat topik2 atau kriteria
      2. Menyusun urutan suatu peristiwa atau kejadian-kejadian
      3. Menyusun urutan tingkat pentingnya secara alfabet
      4. Menyusun urutan tingkat familiaritas
      5. Menyusun sumber-sumber yang digunakan 
      6. Mendeskripsikan lokasi atau tempat
      7. Menjelaskan suatu proses atau prosedur
      8. Pemecahan masalah 
      



  • Penulisan Laporan Singkat

       Yang dimaksud dengan Laporan singkat ialah suatu laporan yg memiliki sifat netral, tidak memihak, serta memiliki tujuan yg jelas dan penyajian fakta kepada seseorang atau lebih untuk suatu tujuan bisnis tertentu. Laporan bisnis biasanya diminta oleh mereka yg memiliki wewenang lebih tinggi dan memiliki suatu tujuan tertentu.

Beriukut merupakan fungsi atau kegunaan Penulisan Laporan Singkat :
  1. Untuk memperoleh sumber pendanaan atau membuka bisnis baru
  2. Laporan bisnis (Business Report)
  3. Menentukan ide atau gagasan
  4. Mengumpulkan bahan yang diperlukan.
  5. Menganalisis dan menafsirkan data
  6. Mempertimbangkan siapa yang akan menerima laporan
  7. Mengorganisasi data dan mempersiapkan kerangka akhir
  8. Mendefinisikan masalah,tujuan dan ruang lingkup
  9. Persiapan sebelum menulis laporan bisnis


  • Membuat Laporan Bisnis yang Baik

       Sebuah laporan bisnis yang dibuat oleh suatu organisasi sangat diperlukan untuk berkomunikasi baik dengan pihak internal maupun eksternal. Bbrapa laporan diperlukan sebagai dokkumentasi yg bersifat permanen. Sementara, yang lainya diperlukan untuk memecahkan masalah atau sekedar menjawab pertanyaan. Berikut merupakan 3 hal yg tercakup pada suatu laporan bisnis yg baik : 
  1. Akurat
  2. Keputusan yang baik
  3. Format Organisasi yang sesuai dengan pembaca                                                                              





referensi: 
Sutrisna Dewi, Komunikasi Bisnis, 2008: Andi
Anggi, Vayajelissca. Penulisan Laporan. retrieved May 26 2016 from https://prezi.com/lejntnqofl80/penulisan-laporan-bisnis/ 
Nias, Maruhawa. Penulisan Laporan SIngkat. retrieved May 26 2016 from https://prezi.com/gryedzzkidsx/penulisan-laporan-singkat/

Purwanto, Djoko. Korespondensi Bisnis Modern. Jakarta: Erlangga