Sabtu, 08 Oktober 2016

Pengertian E-Learning

      E-learning adalah sebuah proses pembelajaran yg berbasis elektronik. Media yg dibutuhkan adalah media komputer dan jaringan internet. Maka dari itu E-learning dapat dikembangkan dalam bentuk berbasis web. Sistem E-learning tidak memiliki batasan akses, inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu (Nugroho, 2007).Istilah e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar yang ada di sekolah/universitas ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet (Purbo & Hartanto, 2002).


     Berikut merupakan beberapa karakteristik yg telah dikemukakan oleh Suyanto (2005) mengemukakan 4 karakteristik E-learning yg terdiri dari :

  1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, dimana pengajar dan peserta didik, peserta didik dan peserta didik, ataupun pengajar dan sesama pengajar dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
  2. Memanfaatkan keunggulan komputer (media digital dan jaringan komputer). 
  3. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri yang dapat disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dimana saja bila yang bersangkutan membutuhkannya. 
  4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan yang dapat dilihat setiap saat di komputer. 



   Berikut adalah komponen-komponen yg membentuk E-learning (Romisatriawahono, 2008) :

  • Infrastruktur e-learning merupakan peralatan yang digunakan dalam e-learning yang dapat berupa Personal Computer (PC), jaringan komputer (yakni, kumpulan dari sejumlah perangkat berupa komputer, hub, switch, router, atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung dengan menggunakan media komunikasi tertentu (Wagito, 2005), internet dan perlengkapan multimedia (alat-alat media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi (Febrian, 2004))

  • Sistem dan aplikasi e-learning yang sering disebut dengan Learning Management System (LMS), yang merupakan sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional untuk administrasi, dokumentasi, laporan suatu program pelatihan, ruangan kelas dan peristiwa online, program e-learning, dan konten pelatihan (Ellis, 2009)), misalnya, segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar seperti bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), serta sistem ujian online yang semuanya terakses dengan internet.

  • Konten e-learning merupakan konten dan bahan ajar yang ada pada e-learning sistem (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk misalnya Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif seperti multimedia pembelajaran yang memungkinkan kita menggunakan mouse, keyboard untuk mengoperasikannya) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran yang ada di wikipedia.org, ilmukomputer.com, dsb.). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh peserta didik kapan pun dan dimana pun.



           Manfaat E-learniong (Smaratungga,2009) terdiri atas 4 hal yaitu :
  • Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity). Apabila dirancang secara cermat, pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik antara peserta didik dengan guru/instruktur, antara sesama peserta didik, maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Pada pembelajaran konvensional biasanya kesempatan yang terbatas ini juga cenderung didominasi oleh beberapa peserta didik yang cepat tanggap dan berani. Hal tersbut tidak akan terjadi pada E-learning karena peserta didik yang malu maupun yang ragu-ragu atau kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pernyataan/pendapat tidak akan merasa diawasi atau mendapat tekanan dari teman sekelas. 
    
  • Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility). Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet, maka peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja. Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan pembelajaran, dapat diserahkan kepada instruktur begitu selesai dikerjakan. Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan guru/instruktur.
  • Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience). Dengan fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah peserta didik yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakin lebih banyak atau meluas. Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan. Siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, seseorang dapat belajar. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan melalui internet. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang membutuhkan.

  • Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities). Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik. Demikian juga dengan penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodik dan mudah. Di samping itu, penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat pula dilakukan, baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas hasil penilaian instruktur selaku penanggung-jawab atau pembina materi pembelajaran itu sendiri. 

        E-learning mempermudah interaksi antar peserta didik dengan materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara peserta didik dengan dosen/guru maupun antar sesama peserta didik. Guru atau instruktur dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para peserta didik.



       
       - Kelebihan E-learning

  1. Tersedianya fasilitas e-moderating dimana pendidik dan peserta didik dapata berkumikkasi dengan mudah melaluo fasilitas internet secara reguler. Yg daoat dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
  2. Pendidik dan peserta didik dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yg terstruktur dan terjadwal melaui internet.
  3. Peserta didik dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
  4. Bila peserta didik memerlukan tambahan informasi yg berkaitan dengan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet.
  5. Pendidik dan peserta didik dapat melaksanakan diskusi melaui internet yg dapat diikuti dengan jumlah peserta yg banyak.
  6. Berubahnya peran peserta didik dari yg biasanya pasif menjadi aktif.
  7. Relatif lebih efisien. Misalnya bagi yg mereka tinggal jaug dari sekolah atau perguruan tinggi, bagi mereka yg sibuk bekerja, bagi mereka yg bertugas dikapal atau, diluar negeri.


      - Kekurangan E-learning


  1. Kurangnya interaksi atara pendidik dan peserta didik bahkan antar peserta didik itu sendiri. Kirangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar-mengajar.
  2. Kecenderungan menagaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknua ,mendorong tumbunya aspek bisnis.
  3. Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
  4. Berubahnya peran pendidik dari yg semula menguasai teknik pembelarajan konvesional.
  5. Peserta didik yg tidak mempunyai motivasi belajar yg tinggi cenderung gagal.
  6. Tidak semua tempat resedia fasilitas internet.
  7. Kurangnya penguasaan komputer.









referensi:
Hartanto, A. A., & Purbo, O. W. (2002). Buku pintar internet teknologi e-learning berbasis PHP dan MySQL. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.
Febrian, J. (2004). Kamus komputer dan teknologi informasi. Jakarta: Penerbit Informatika.
Tafiardi, Drs. (2005). Meningkatkan mutu pendidikan melalui e-learning. Jurnal Pendidikan Penabur - No.04/ Th.IV.
http://www.landasanteori.com/2015/09/pengertian-e-learning-definisi-manfaat.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar