A. PENGERTIAN PEMUDA
Pemuda
diidentikkan dengan kaum muda yang merupakan generasi bangsa, yang akan
menentukan perubahan-perubahan dimasa yang akan datang. Sebagai seorang
mahasiswa/mahasiswi kita adalah pemuda yang memiliki intelektual yang dapat
berpikir demi perubahan dan kemajuan negara ini. Telah kita ketahui bahwa
pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan
masalah nilai. hal ini merupakan pengertian idiologis dan kultural daripada
pengertian ini. Di dalam masyarakat pemuda
merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan
bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karma pemuda sebagai
harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai
masa depan.
Princeton mendefinisikan kata pemuda (youth)
dalam kamus Webstersnya sebagai “the time of life between childhood and
maturity; early maturity; the state of being young or immature or
inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a young person”.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemuda adalah sebuah kehidupan yang berdiri direntang masa kanak-kanak dan masa dewasa dimasa inilah seorang pemuda bersifat labil, kontrol emosi dan kstabilan pendirian masih bisa dipengaruh oleh pihak luar. Seorang pemuda mempunyai ciri yang khas yang menggambarkan seperti apa ia terlihat yang menunjukkan kepribadiannya.
Seorang pemuda harus bisa beradaptasi dan bergaul dengan lingkungan disekitarnya. Maksudnya agar tumbuh sikap rasa peduli dan rasa kebersamaan didalam dirinya. Lihatlah dizaman sekarang teknologi yang berkembang telah disalahgunakan seolah-olah globalisasi telah memberi efek buruk pada generasi muda. Individualisme itulah yang terjadi pada pemuda zaman sikap peduli pada lingkungan sekitar menurun drastis. Contoh umum jika ada kerja bakti dilingkungan sekitar banyak pemuda yang bermalas-malasan untuk ikut serta dalam kegiatan ini lebih memilih bermain dirumah atau memainkan android,iphone atau apalah itu . Pemuda seperti apa ini!
Dalam kehidupannya seorang pemuda dituntut dapat bersosialisasi dengan masyarakat lainnya. Proses sosialisasi pemuda didefinisikan proses yang membantu individu melalui belajar dan penyesuaian diri. Proses sosialisasi sebenarnya berawal dari dalam keluarga. Melalui proses sosialisasi, individu (pemuda) akan terwarna cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya dengan proses sosialisasi, individu menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya.Sesuai dengan pepatah lama semakin banyak dilihat semakin banyak dirasa. Jadi pengalaman adalah hal yang dibutuhkan seorang pemuda bisa bertindak dan mengasah pola pikirnya untuk perubahan yang akan datang.
Pengalaman adalah hal yang sangat penting dalam menunjang kemajuan pola pikir seorang pemuda.Pemuda dituntut kreatif inovatif dan korporatif (kerjasama”dalam hal baik”). Semakin banyak ia bergaul dengan orang lain maka semakin banyak pengalaman yang ia peroleh. Ia dikenal banyak orang dan mendapat banyak sekali akses dari orang disekitarnya ditambah dengan etika dan kepribadiannya yang baik, siapapun pasti menyukai sosok pemuda seperti ini. Kemudian kita bandingkan dengan pemuda yang bersifat individualisme, kikuk ditengah masyarakat,kaku dan tidak mampu mengaplikasikan manfaat dirinya akan terbuang ditengah kehidupan.
Kondisi yang masih labil membuat pemuda sering hanyut dengan berbagai pergaulan untuk itu berhati-hatilah memilih teman bergaul. Diperlukan pertahanan yang kuat agar tidak terjerumus kedalam kegelapan akibat pergaulan bebas yang sangat membahayakan generasi muda. Banyak contoh-contoh menunjukkan pemuda atau generasi zaman sekarang rusak, mulai dari video porno SMA, Sex bebas SMP.Mau jadi apa generasi seperti ini.Bukannya memperbaiki kondisi bangsa sekarang malah menambah beban yang ada.
Peran pemuda sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Seorang pemuda dituntut dapat merubah keadaan kearah yang lebih baik bukannya memperburuk keadaan atau merusak tatanan yang telah ada. Calon-calon pemimpin yang akan datang, tokoh masyarakat atau bahkan menjadi panutan untuk orang lain.
Kilas balik sejarah bangsa kita Indonesia. Bukan fisik atau senjata menjadi tonggak awal kita merdeka tapi karena adanya inisiatif atau kesadaran para pemuda zaman perjuang waktu itu kita merdeka.Adanya sikap revolusioner dan motivasi diri maka pemuda saat itu bisa membawa negara kita mencapai kemerdekaan. Berdirinya Bung Tomo telah menumbuhkan rasa kesatuan dan persatuan rakyat indonesia. Ini artinya bahwa pemuda mampu menggapai apapun dan mampu membuat sebuah perubahan yang luar biasa. Bung tomo adalah organisasi perkumpulan pemuda yang pertama, lalu semangatnya telah memotivasi pemuda-pemuda lain sehingga terbentuklah organisasi pemuda-pemuda yang lain seperti jong java,jong sumatera, maupun jong-jong lainnya.
Dalam sebuah pidatonya, Soekarno pernah mengorbakan semangat juang Pemuda apa kata Sukarno “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia”. Begitu besar peranan pemuda di mata Sukarno, jika ada sembilan pemuda lagi maka Indonesia menjadi negara Super Power.
Pemuda adalah sesuatu yang luar biasa, seperti yang telah dibicarakan sebelumnya walaupun emosi yang sangat labil tapi pemuda memiliki kelebihan-kelebihan yang menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri Perubahan. Tetapi sering kali informasi yang diterima tidak melalui seleksi yang ketat sehingga seorang pemuda mudah terbawa arus dan pengaruh media massa yang ada.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemuda adalah sebuah kehidupan yang berdiri direntang masa kanak-kanak dan masa dewasa dimasa inilah seorang pemuda bersifat labil, kontrol emosi dan kstabilan pendirian masih bisa dipengaruh oleh pihak luar. Seorang pemuda mempunyai ciri yang khas yang menggambarkan seperti apa ia terlihat yang menunjukkan kepribadiannya.
Seorang pemuda harus bisa beradaptasi dan bergaul dengan lingkungan disekitarnya. Maksudnya agar tumbuh sikap rasa peduli dan rasa kebersamaan didalam dirinya. Lihatlah dizaman sekarang teknologi yang berkembang telah disalahgunakan seolah-olah globalisasi telah memberi efek buruk pada generasi muda. Individualisme itulah yang terjadi pada pemuda zaman sikap peduli pada lingkungan sekitar menurun drastis. Contoh umum jika ada kerja bakti dilingkungan sekitar banyak pemuda yang bermalas-malasan untuk ikut serta dalam kegiatan ini lebih memilih bermain dirumah atau memainkan android,iphone atau apalah itu . Pemuda seperti apa ini!
Dalam kehidupannya seorang pemuda dituntut dapat bersosialisasi dengan masyarakat lainnya. Proses sosialisasi pemuda didefinisikan proses yang membantu individu melalui belajar dan penyesuaian diri. Proses sosialisasi sebenarnya berawal dari dalam keluarga. Melalui proses sosialisasi, individu (pemuda) akan terwarna cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya dengan proses sosialisasi, individu menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya.Sesuai dengan pepatah lama semakin banyak dilihat semakin banyak dirasa. Jadi pengalaman adalah hal yang dibutuhkan seorang pemuda bisa bertindak dan mengasah pola pikirnya untuk perubahan yang akan datang.
Pengalaman adalah hal yang sangat penting dalam menunjang kemajuan pola pikir seorang pemuda.Pemuda dituntut kreatif inovatif dan korporatif (kerjasama”dalam hal baik”). Semakin banyak ia bergaul dengan orang lain maka semakin banyak pengalaman yang ia peroleh. Ia dikenal banyak orang dan mendapat banyak sekali akses dari orang disekitarnya ditambah dengan etika dan kepribadiannya yang baik, siapapun pasti menyukai sosok pemuda seperti ini. Kemudian kita bandingkan dengan pemuda yang bersifat individualisme, kikuk ditengah masyarakat,kaku dan tidak mampu mengaplikasikan manfaat dirinya akan terbuang ditengah kehidupan.
Kondisi yang masih labil membuat pemuda sering hanyut dengan berbagai pergaulan untuk itu berhati-hatilah memilih teman bergaul. Diperlukan pertahanan yang kuat agar tidak terjerumus kedalam kegelapan akibat pergaulan bebas yang sangat membahayakan generasi muda. Banyak contoh-contoh menunjukkan pemuda atau generasi zaman sekarang rusak, mulai dari video porno SMA, Sex bebas SMP.Mau jadi apa generasi seperti ini.Bukannya memperbaiki kondisi bangsa sekarang malah menambah beban yang ada.
Peran pemuda sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Seorang pemuda dituntut dapat merubah keadaan kearah yang lebih baik bukannya memperburuk keadaan atau merusak tatanan yang telah ada. Calon-calon pemimpin yang akan datang, tokoh masyarakat atau bahkan menjadi panutan untuk orang lain.
Kilas balik sejarah bangsa kita Indonesia. Bukan fisik atau senjata menjadi tonggak awal kita merdeka tapi karena adanya inisiatif atau kesadaran para pemuda zaman perjuang waktu itu kita merdeka.Adanya sikap revolusioner dan motivasi diri maka pemuda saat itu bisa membawa negara kita mencapai kemerdekaan. Berdirinya Bung Tomo telah menumbuhkan rasa kesatuan dan persatuan rakyat indonesia. Ini artinya bahwa pemuda mampu menggapai apapun dan mampu membuat sebuah perubahan yang luar biasa. Bung tomo adalah organisasi perkumpulan pemuda yang pertama, lalu semangatnya telah memotivasi pemuda-pemuda lain sehingga terbentuklah organisasi pemuda-pemuda yang lain seperti jong java,jong sumatera, maupun jong-jong lainnya.
Dalam sebuah pidatonya, Soekarno pernah mengorbakan semangat juang Pemuda apa kata Sukarno “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia”. Begitu besar peranan pemuda di mata Sukarno, jika ada sembilan pemuda lagi maka Indonesia menjadi negara Super Power.
Pemuda adalah sesuatu yang luar biasa, seperti yang telah dibicarakan sebelumnya walaupun emosi yang sangat labil tapi pemuda memiliki kelebihan-kelebihan yang menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri Perubahan. Tetapi sering kali informasi yang diterima tidak melalui seleksi yang ketat sehingga seorang pemuda mudah terbawa arus dan pengaruh media massa yang ada.
B. PENGERTIAN SOSIALISASI
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli :
1. Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
2. Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
3. Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
4. Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.
Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam sosialisasi, antara lain: Proses Sosialisasi, Media Sosialisasi dan Tujuan Sosialisasi.
a) Proses sosialisasi
Istilah sosialisasi menunjuk pada semua factor dan proses yang membuat manusia menjadi selaras dalam hidup ditengah-tengah orang kain. Proses sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana mesti ia bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari proses tersebut, seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau mengikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan, melainkan melalui proses sosialisasi.
b) Media Sosialisasi
• Orang tua dan keluarga
• Sekolah
• Masyarakat
• Teman bermain
• Media Massa.
c) Tujuan Pokok Sosialisasi
• Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
• Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
• Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
• Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.
C. PROSES SOSIALISASI
Sueann Robinson Ambron (Yusuf, 2004:123) menyatakan bahwa
sosialisasi itu sebagai proses belajar yang membimbing anak ke arah
perkembangan kepribadian sosial sehingga dapat menjadi anggota masyarakat yang
bertanggung jawab dan efektif. Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi
proses perlakuan dan bimbingan orangtua terhadap anak dalam mengenalkan
berbagai aspek kehidupan sosial atau norma-norma kehidupan bermasyarakat.
Proses membimbing yang dilakukan oleh orangtua tersebut disebut proses
sosialisasi.
Khairuddin (2002:65) mengungkapkan bahwa dalam proses
sosialisasi, kegiatan-kegiatan yang dicakup adalah:
1. Belajar
(learning)
Menurut Morgan C.T (Khairuddin, 2002:65), belajar adalah
suatu perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku sebagai akibat dari
pengalaman yang lalu. Proses belajar individu berlangsung sepanjang hayat,
yaitu belajar dari individu itu lahir sampai ke liang lahat.
Ahmadi (2004:154) mengungkapkan bahwa dalam proses
sosialisasi individu mempelajari kebiasaan, sikap, idea-idea, pola-pola dan
tingkah laku dalam masyarakat di mana dia hidup. Sosialisasi adalah masalah
belajar. Dalam proses sosialisasi individu belajar tentang kebudayaan dan
keterampilan sosial seperti bahasa, cara berpakaian, cara makan, dan
sebagainya. Segala sesuatu yang dipelajari individu mula-mula dipelajari dari
orang lain di sekitarnya terutama anggota keluarga. Individu belajar secara
sadar dan tak sadar. Secara sadar individu menerima apa yang diajarkan oleh
orang di sekitarnya, misal seorang ibu mengajarkan anaknya berbahasa dan
bagaimana cara makan yang benar. Secara tidak sadar, individu belajar dari
mendapatkan informasi dalam berbagai situasi dengan memperhatikan tingkah laku
orang lain, menonton televisi, mendengar percakapan orang lain, dan sebagainya.
2. Penyesuaian
Diri dengan Lingkungan
Penyesuaian diri merupakan kemampuan untuk mengubah diri
sesuai dengan lingkungannya, atau sebaliknya mengubah lingkungan sesuai dengan
keadaan dirinya.Penyesuaian diri individu terbagi dua yaitu penyesuaian diri
terhadap lingkungan fisik yang sering disebut dengan istilah adaptasi, dan
penyesuaian diri dengan lingkungan sosial yang disebut adjustment (Khairuddin,
2002:67).Adaptasi merupakan usaha individu untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungan sekitarnya yang lebih bersifat fisik.Sedangkan adjusment merupakan
penyesuaian tingkah laku terhadap lingkungan sosialnya, di mana dalam lingkungan
tersebut terdapat aturan-aturan atau norma-norma yang mengatur tingkah laku
dalam lingkungan sosial tersebut.
Khairuddin (2002:68) menyebutkan bahwa untuk menilai berhasil
atau tidaknya proses penyesuaian diri, ada empat kriteria yang harus digunakan
yaitu:
a. Kepuasan
psikis
Penyesuaian
diri yang berhasil akan menimbulkan kepuasan psikis, sedangkan yang gagal akan
menimbulkan rasa tidak puas.
b. Efisiensi
kerja
Penyesuaian
diri yang berhasil akan nampak dalam kerja/kegiatan yang efisien, sedangkan yang
gagal akan nampak dalam kerja/kegiatan yang tidak efisien. Misal, murid yang
gagal dalam pelajaran di sekolah.
c. Gejala-gejala
fisik
Penyesuaian
diri yang gagal akan nampak dalam gejala-gejala fisik seperti: pusing kepala,
sakit perut, dan gangguan pencernaan.
d. Penerimaan
sosial
Penyesuaian
diri yang berhasil akan menimbulkan reaksi setuju dari masyarakat, sedangkan
yang gagal akan mendapatkan reaksi tidak setuju masyarakat.
Proses penyesuaian diri individu khususnya remaja dipengaruhi
oleh faktor internal dan eksternal (Hariyadi, 2003:143). Faktor internal yaitu
meliputi:
a. Motif-motif
sosial, motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri organisme
yang mendorong untuk berbuat (Rustiana, 2003:134).
b. Konsep
diri, yaitu cara seseorang memandang dirinya sendiri, baik mencakup aspek
fisik, psikologis, sosial maupun kepribadian.
c. Persepsi,
yaitu pengamatan dan penilaian seseorang terhadap obyek, peristiwa dan realitas
kehidupan, baik itu melalui proses kognisi maupun afeksi untuk membentuk konsep
tentang obyek tersebut.
d. Sikap
remaja, yaitu kecenderungan seseorang untuk beraksi kearah hal-hal yang positif
atau negatif.
e. Intelegensi
dan minat.
f. Kepribadian.
Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi proses
penyesuaian diri remaja yaitu:
a. Keluarga
dan pola asuh, meliputi pola demokratis, permisive (kebebasan), dan otoriter.
b. Kondisi
sekolah, yaitu antara kondisi yang sehat dan tidak sehat.
c. Kelompok
sebaya, yaitu merupakan teman sepermainan.
d. Prasangka
sosial, yaitu adanya kecenderungan sebagian masyarakat yang menaruh prasangka
terhadap kehidupan remaja.
e. Faktor
hukum dan norma sosial, yang dimaksudkan di sini adalah pelaksanaan tegaknya
hukum dan norma-norma dalam masyarakat.
Faktor internal dan eksternal tersebut saling mempengaruhi
satu sama lain. Penyesuaian diri dilakukan melalui proses belajar sehingga
terjadi kebiasaan.
3. Pengalaman
mental
Pengalaman seseorang akan membentuk suatu sikap pada diri
seseorang dimana didahului oleh sikap terbentuknya suatu kebiasaan yang
menimbulkan reaksi yang sama terhadap masalah yang sama (Khairuddin, 2002:69).
Seorang anak yang sejak kecil terbiasa dengan bantuan orang lain untuk setiap
pekerjaan yang harusnya dapat dikerjakan sendiri, setelah dewasa nanti dia akan
tergantung dengan orang lain.
Perkembangan diri individu dimulai dengan proses sosialisasi,
dan proses ini berlangsung terus selama hidup. Proses sosialisasi terbagi
menjadi dua periode, yaitu sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder.
Robinson (1986:58) mengungkapkan bahwa lazimnya ahli-ahli ilmu pegetahuan
sosial menamakan periode sosialisasi yang pertama ketika seorang anak untuk
pertama kali memperoleh identitasnya sebagai pribadi (person) yang disebut
dengan sosialisasi primer (primary socialization).Sedangkan sosialisasi
sekunder (secondary socialization) berlangsung sesudah sosialisasi primer,
yaitu dimana anak menjadi anggota masyarakat yang luas.
Nasution (1999:126) menyatakan bahwa seluruh proses
sosialisasi berlangsung dalam interaksi individu dengan lingkungannya.
Sosialisasi tercapai melalui komunikasi dengan anggota masyarakat lainnya. Hal
tersebut juga disampaikan oleh Susanto (1983:17) bahwa komunikasi merupakan
dasar dari proses sosial. Dalam interaksi sosial individu memperoleh “self
concept” atau sesuatu konsep tentang dirinya (Nasution, 1999:127). Individu
akan lebih mengenal dirinya dalam lingkungan sosialnya.
D. PERANAN MAHASISWA DAN PEMUDA DI MASYARAKAT
Mahasiswa adalah kelompok pelajar yang bisa
dikatakan sebagai golongan terdidik, karena mampu untuk mengenyam pendidikan
tinggi, di saat sebagian yang lain dalam usia yang sama masih bergelut dengan
kemiskinan dan keterbatasan biaya dalam mengakses pendidikan, terutama
pendidikan tinggi.
Predikat tersebut tentulah dapat disinonimkan bahwa mahasiswa merupakan
kaum intelektual, yang mempunyai basis keilmuan yang kuat sesuai dengan jurusan
yang diambil masing-masing mahasiswa, yang berarti kemampuan akademik mahasiswa
dapat diandalkan sebagai salah satu asset negara ini. Tetapi, mahasiswa
juga merupakan sebuah entitas social yang selalu berinteraksi dengan masyarakat
dari segala jenis lapisan, sehingga dalam hal ini mahasiswa pun dituntut untuk
memainkan peran aktif dalam kehidupan social kemasyarakatan.
Peranan pemuda dalam masyarakat
Masyarakat membutuhkan peran sertapemuda untuk kemajuan bersama.
Pemuda adalah tulang punggung masyarakat. Generasi tua
memilki keterbatasan untuk memajukan bangsa. Generasi muda harus mengambil
peranan yang menentukan dalam hal ini. Dengan semangat menyala-nyala dan tekad
yang membaja serta visi dan kemauan untuk menerima perubahan yang dinamis
pemuda menjadi motor bagi pembangunan masyarakat. Sejarah membuktikan, bahwa
perubahan hampir selalu dimotori oleh kalangan muda. Sumpah Pemuda, Proklamasi,
Pemberantasan PKI, lahirnya orde baru, bahkan peristiwa turunnya diktator Soeharto
dari singgasana kepresidenan seluruhnya dimotori oleh kaum muda. kaum muda pula
yang selalu memberikan umpan balik yang kritis terhadap pongahnya kekuasaan.
E. TUJUAN SOSIALISASI
Sosialisasi sebagai proses sosial mempunyai tujuan sebagai berikut,
1. Memberi keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melangsungkan kehidupan seseorang kelak di tengah-tengah masyarakat.
2. Menambah kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien.
3. Membantu pengendalian fungsi organik yang dipelajari melalui latihan mawas diri.
4. Membiasakan individu dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.
5. Untuk mengetahui lingkungan alam sekitar.
6. Untuk mengetahui lingkungan sosial, tempat individu bertempat tinggal termasuk lingkungan sosial yang baru.
7. Untuk mengetahui nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
8. Untuk mengetahui lingkungan sosial budaya suatu masyarakat.
1. Memberi keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melangsungkan kehidupan seseorang kelak di tengah-tengah masyarakat.
2. Menambah kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien.
3. Membantu pengendalian fungsi organik yang dipelajari melalui latihan mawas diri.
4. Membiasakan individu dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.
5. Untuk mengetahui lingkungan alam sekitar.
6. Untuk mengetahui lingkungan sosial, tempat individu bertempat tinggal termasuk lingkungan sosial yang baru.
7. Untuk mengetahui nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
8. Untuk mengetahui lingkungan sosial budaya suatu masyarakat.
F. CERITA KEGIATAN
Waktu di sekolah dasar
dahulu saya sempat mengikuti eksul Marching Band. 2 tahun terakhir di sekolah
dasar saya habiskan dengan mengikuti eksul tersebut. Eksul tersebut termasuk
ekskul yang paling bnyak diminiati di sekolah. Tahun pertama saat saya duduk di
kelas 5 sd saya mulai ikut eksul marching band dimana waktu itu saya masih
menjadi anak baru dan hanya sebagai Simbalist alias orang yang memainkan
simbal. Simbal adalah 2 benda logam berbentuk bulat yang cara memainkanya hanya
di adu satu dengan yg lainya. Lalu pada tahun ke 2 pada saat saya duduk di
kelas 6 saya mulai naik level menjadi pemegang bass drum, bass drum terbagi 5
jenis dari mulai yg terbesar hingga yg terkecil. Dan kebetulan berhubung badan
saya yg lumayan besar jadi saya ditempatkan pada bass drum ke 2 atau bass drum
yg paling besar nomor 2. Waktu saya ikut ekskul tersebut saya sudah mengikuti
4x event marching band antar sekolah dasar, diantaranya saya menjadi juara umum
sekali dan runner up sekali. Itulah kegiatan yang menurut saya sampai sekarang
susah untuk dilupkan dan termasuk kenangan yang indah. Sekian cerita dari saya
mohon maaf bila ada salah2 kata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar