- Persiapan dasar presentasi bisnis
A.
Penguasaan Topik atau materi yang akan Dipresentasikan
Salah satu syarat penting yang harus kita lakukan ketika akan menghadapi presentasi adalah penguasaan materi yang akan dipresentasikan. Dengan penguasaan topik materi yg akan dipersentasikan presenter akan lebih mudah menyampaikan apa yg ingin disampaikan kepada audiens. Apabila presenter tidak siap akan materi presentasinya hal tersebut akan menghambat penyampaian pesan kpd audiens, dan juga dapat memberikan image yg kurang baik bagi presenter yang bersangkutan.
B.
Penguasaan
Berbagai Alat Bantu Presentasi dengan Baik
Hal selanjutnya yg harus diperhatikan agar presentasi berjalan dengan baik adalah memanfaatkan berbagai alat bantu yang akan membuat presentasi tersebut menjadi lebih menarik dan dapat menemui ekspektasi dari sang presenter.
C.
Menganalisis Lingkungan Lokasi atau Tempat untuk Presentasi
Lalu pada langkah yg terakhir agar presentasi berjalan sesuai dengan ekspektasi adalah menganalisa lingkungan lokasi tempat dimana akan melaksanakan presentasi bisnis. Dengan memahami suasana lokasi untuk presentasi tersebut tentu akan memberikan kemudahan kpd seorang presenter dalam mengatur perlengkapan yg akan digunakan dalam presentasi. Contoh sperti tata letak ruang, bentuk meja dan kursi untuk para audiens dan lain sebagainya.
- Penggunaan alat bantu dalam presntasi
- Papan tulis
- Flip Charts
- Transparansi overhead project
- Papan tulis elektronik
- Panel LCD
- Proyektor LCD
- Menganalisa audiens
Seorang pembicara atau presenter sangat perlu untuk mengenal siapa yang menjadi audiens agar tujuan presentasi dapat tercara dengan baik. Dengan cara bertanya menggunakan 5W+1H maka seorang presenter akan dapat mengidentifikasikan para audiens nya. Sehingga presenter akan dapat melakukan persiapan atisipatif.
Dalam
menganalisis audiens seorang presenter harus bisa menjawab enam pertanyaan
mendasar berikut ini :
1. Apa yang diinginkan audiens?
Sebagai presenter yg baik perlu mengetahui apa yg sebenarnya diinginkan dari para audiens. Supaya penyampaian pesan2 bisnis bisa sesuai sperti yg diharapkan.
2. Kapan melakukan persentasi?
Seorang presenter juga perlu memperhatikan secara seksama kapan dia akan melakukan presentasi bisnis seperti : hari, jam berapa, tanggal, bulan, dan tahun.
3. Siapa audiensnya?
Sebagai presenter juga harus menganalisis audiens, tentang kepada siapa sebenarnya seseorang itu berbicara.
4. Dimana melakukan persentasi?
Bagi seorang presenter, pemahaman terhadap tempat dimana dirinya akan melakukan persentasi merupakan satu hal yg sangat penting.
5. Mengapa
melakukan persentasi?
Sebelum
melakukan persentasi bisnis, seorang presenter juga harus mampu menjawab berbagai pertanyaan tentang mengapa dia harus melakukan persentasi bisnis.
6. Bagaimana
melakukan persentasi?
Seorang presenter yg satu dengan pembicara yang lain tentunya harus memiliki strategi persentasi
bisnis yang beraneka ragam.
- Mempersiapkan diri dan mental
Salah
satu faktor yang membuat keberhasilan suatu presentasi bisnis adalah dimana adanya faktor self confidence atau kepercayaan diri yang kuat dari sang Presenter. Presenter yang kurang memiliki rasa
percaya diri yang kuat akan berdampak pada presantasi bisnis yang asal-asalan atau kurang baik. Sehingga presentasi tersebut tidak mencapai sasaran yang diinginkan.
Ketidakpercayaan
diri seseorang bisa diekspresikan dengan berbagai sikap atau perilaku sebagai
berikut:
·
Gemetar
Tangan serta lutut
yang gemetar sebenarnya bukanlah disebabkan oleh adanya rasa takut. Akan tetapi itu merupakan terjadinya suatu proses bomeostatik dari badan
yang sedang membuang energi berlebih. Presenter harus menggunakan
kelebihan energy tsb secara positif dengan cara melakukan gerakan tubuh yang
termotivasi oleh apa yang sedang disampaikan kepada audiens.
·
Bicara Terputus-putus
Jika saat
persentasi bisnis seorang presenter mulai berbicara terputus-putus, Alangkah baiknya lepaskan kontak mata dengan audiens terlebih dahulu lalu mulai mengambil nafas
dalam-dalam dan hembuskan nafas secara perahan sambil melihat catatan
kecil yg dibawa. Selanjutnya, presenter sebaiknya mulai memfokuskan perhatian pada apa yang sedang dipresentasikan.
·
Mulut Kering
Jika pada saat
presenter melakukan presentasi bisnis dan tiba terasa mulut mulai kering, sebaiknya segera
minta disediakan segelas air minum dengan cara langsung atau tidak langsung. Karna hal tersebut bisa membuat presenter tidak merasa nyaman dalam menyampaikan materi presentasi.
·
Tenggorokkan Tersumbat
Apabila
seseorang presenter yg sedang melakukan persentassi bisnis dan tiba2 tengorokan
terasa tersumbat, sebaiknya belajarlah menguap diam-diam sambil menundukkan
kepala, lalu katupkan bibir, buka bagian belakang tengorokan dan tarik udara masuk
lewat hidung. Hal tersebut sangatmembantu apabila tba2 tenggorokan terasa tersumbat.
·
Tersenggal-senggal
Apa yang perlu
dilakukan bila pada saat melakukan presentase bisnis, tiba-tiba pernafasan
pembicara terganggu atau tersengal-sengal? Jangan cemas, tundukkan kepala dan
alihkan fokus anda dari audiens. Lipatlah lengan kiri menyilang bagian bawah
perut, kendorkan bahu, tarik napas dalam-dalam kebagian bawah perut, dan hembuskan
nafas perlahan-lahan lewat bibir.
referensi :
Dea,Irwin.PresentasiBisnis.retrieve26May2016 from https://www.academia.edu/9420401/MAKALAH_KOMUNIKASI_BISNIS_PRESENTASI_BISNIS
Nawangsari, Sri. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma.
A.
Penguasaan Topik atau materi yang akan Dipresentasikan
Salah satu syarat penting yang harus kita lakukan ketika akan menghadapi presentasi adalah penguasaan materi yang akan dipresentasikan. Dengan penguasaan topik materi yg akan dipersentasikan presenter akan lebih mudah menyampaikan apa yg ingin disampaikan kepada audiens. Apabila presenter tidak siap akan materi presentasinya hal tersebut akan menghambat penyampaian pesan kpd audiens, dan juga dapat memberikan image yg kurang baik bagi presenter yang bersangkutan.
B.
Penguasaan
Berbagai Alat Bantu Presentasi dengan Baik
Hal selanjutnya yg harus diperhatikan agar presentasi berjalan dengan baik adalah memanfaatkan berbagai alat bantu yang akan membuat presentasi tersebut menjadi lebih menarik dan dapat menemui ekspektasi dari sang presenter.
C.
Menganalisis Lingkungan Lokasi atau Tempat untuk Presentasi
- Papan tulis
- Flip Charts
- Transparansi overhead project
- Papan tulis elektronik
- Panel LCD
- Proyektor LCD
Dalam
menganalisis audiens seorang presenter harus bisa menjawab enam pertanyaan
mendasar berikut ini :
1. Apa yang diinginkan audiens?
Sebagai presenter yg baik perlu mengetahui apa yg sebenarnya diinginkan dari para audiens. Supaya penyampaian pesan2 bisnis bisa sesuai sperti yg diharapkan.
2. Kapan melakukan persentasi?
Seorang presenter juga perlu memperhatikan secara seksama kapan dia akan melakukan presentasi bisnis seperti : hari, jam berapa, tanggal, bulan, dan tahun.
3. Siapa audiensnya?
Sebagai presenter juga harus menganalisis audiens, tentang kepada siapa sebenarnya seseorang itu berbicara.
4. Dimana melakukan persentasi?
Bagi seorang presenter, pemahaman terhadap tempat dimana dirinya akan melakukan persentasi merupakan satu hal yg sangat penting.
5. Mengapa
melakukan persentasi?
Sebelum
melakukan persentasi bisnis, seorang presenter juga harus mampu menjawab berbagai pertanyaan tentang mengapa dia harus melakukan persentasi bisnis.
6. Bagaimana
melakukan persentasi?
Seorang presenter yg satu dengan pembicara yang lain tentunya harus memiliki strategi persentasi
bisnis yang beraneka ragam.
Salah
satu faktor yang membuat keberhasilan suatu presentasi bisnis adalah dimana adanya faktor self confidence atau kepercayaan diri yang kuat dari sang Presenter. Presenter yang kurang memiliki rasa
percaya diri yang kuat akan berdampak pada presantasi bisnis yang asal-asalan atau kurang baik. Sehingga presentasi tersebut tidak mencapai sasaran yang diinginkan.
Ketidakpercayaan
diri seseorang bisa diekspresikan dengan berbagai sikap atau perilaku sebagai
berikut:
·
Gemetar
Tangan serta lutut
yang gemetar sebenarnya bukanlah disebabkan oleh adanya rasa takut. Akan tetapi itu merupakan terjadinya suatu proses bomeostatik dari badan
yang sedang membuang energi berlebih. Presenter harus menggunakan
kelebihan energy tsb secara positif dengan cara melakukan gerakan tubuh yang
termotivasi oleh apa yang sedang disampaikan kepada audiens.
·
Bicara Terputus-putus
Jika saat
persentasi bisnis seorang presenter mulai berbicara terputus-putus, Alangkah baiknya lepaskan kontak mata dengan audiens terlebih dahulu lalu mulai mengambil nafas
dalam-dalam dan hembuskan nafas secara perahan sambil melihat catatan
kecil yg dibawa. Selanjutnya, presenter sebaiknya mulai memfokuskan perhatian pada apa yang sedang dipresentasikan.
·
Mulut Kering
Jika pada saat
presenter melakukan presentasi bisnis dan tiba terasa mulut mulai kering, sebaiknya segera
minta disediakan segelas air minum dengan cara langsung atau tidak langsung. Karna hal tersebut bisa membuat presenter tidak merasa nyaman dalam menyampaikan materi presentasi.
·
Tenggorokkan Tersumbat
Apabila
seseorang presenter yg sedang melakukan persentassi bisnis dan tiba2 tengorokan
terasa tersumbat, sebaiknya belajarlah menguap diam-diam sambil menundukkan
kepala, lalu katupkan bibir, buka bagian belakang tengorokan dan tarik udara masuk
lewat hidung. Hal tersebut sangatmembantu apabila tba2 tenggorokan terasa tersumbat.
·
Tersenggal-senggal
Apa yang perlu
dilakukan bila pada saat melakukan presentase bisnis, tiba-tiba pernafasan
pembicara terganggu atau tersengal-sengal? Jangan cemas, tundukkan kepala dan
alihkan fokus anda dari audiens. Lipatlah lengan kiri menyilang bagian bawah
perut, kendorkan bahu, tarik napas dalam-dalam kebagian bawah perut, dan hembuskan
nafas perlahan-lahan lewat bibir.
referensi :
Dea,Irwin.PresentasiBisnis.retrieve26May2016 from https://www.academia.edu/9420401/MAKALAH_KOMUNIKASI_BISNIS_PRESENTASI_BISNIS
Nawangsari, Sri. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma.
Nawangsari, Sri. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar