- Komunikasi Lisan dalam Rapat
Biasanya pada suatu pertemuan ataupun rapat, setiap peserta harus menyadari posisinya masing2 dalam suatu forum. Masing2 peserta harusnya ;
- Mampu berperan sebagai komunikan yang sangat responsif dan tidak emosional.
- Mampu berperan sebagai komunikator yang berpatispasi aktif namun tidak memonopoli pembicaraan.
- Mampu berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab.
- Mampu mengendalikan diri, dan menghindarkan terjadinya debat, serta tidak berbicara bertele-tele.
- Mampu berperan sebagai penyelaras yang sangat bijaksana dan adil namun tidak kehilangan pendirian.
- Komunikasi Lisan dalam Wawancara
Pada dasarnya wawancara merupakan suatu obrolan biasa, tapi dengan topik yang tertentu,
dan ada pihak yang akan bertanya
(pewawancara) dan pihak lain yang harus menjawab, memberi informasi, atau menjelaskan.
Berikut ini adalah beberapa sikap wawancara yang baik dan benar, antara lain :
1. Fokus pada lawan bicara
2. Fokus pada topik pembicaraan
3. Tidak boleh memotong pembicaraan
4. Gunakan volume suara yang baik (tidak berbicara terlalu keras)
5. Sabar
6. Lakukan verivikasi jika ada kekurangan atau kesalahan
7. Tidak boleh menyakiti hati responden
8. Hidari bahasa yang menggurui responden
9. Hidari kata-kata kasar (kotor)
10. Bersikap ramah
11. Hindari sikap rakus
12. Hidari tatapan yang aneh sperti menyelidik/melotot/cligak clinguk
13. Dan yang terakhir Ucapkan terimakasih
- Komunikasi Lisan dalam Bernegosiasi
Menurut Oliver Negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak yang melakukan komunikasi mempunyai hak atas hasil akhir. Sedangkan menurut Casse bahwa negosiasi itu ialah proses dimana paling tidak ada dua pihak dengan persepsi, kebutuhan, dan motivasi yang berbeda mencoba untuk bersepakat tentang suatu hal demi kepentingan bersama. Sementara Stephen Kozicki mengatakan Negosiasi merupakan suatu seni dalam mencapai persetujuan dengan memecahkan berbagai perbedaan melalui kreatifitas.
Berikut ini adalah beberapa Tujuan dari adanya Negosiasi :
1. Untuk menemukan suatu kesepakatan antara kedua belah pihak
2. Untuk memenuhi harapan/keinginan antara kedua belah pihak
3. Untuk mendapatkan sebuah keuntungan atau menghidari kerugian.
Biasanya dalam melakukan negosiasi setidaknya terdapat 6 tahapan yang penting yang harus dilakukan :
1. Persiapan
Yang dimaksud persiapan itu ialah meliputi, Mengumpulkan atau mencari informasi, Menentukan tim negosiasi, Mengusahakan lebih banyak untuk mengenal profil pihak lawan, tujuannya adalah agar tumbuh kepercayaan diri & kesiapan dalam melakukan negosiasi.
2. Kontak pertama
Tahap ini adalah tahap pertemuan secara langsung antara kedua belah pihak yang terlibat dalam proses negosiasi. Lalu ada yg namanya Tahap penilaian, dimana pada tahap ini akan muncul kesan pertama antara kedua belah pihak.
3. Konfrontasi
Tahap ini adalah tahap dimana sering terjadinya adu argumen antara kedua belah pihak terhadap segala sesuatu yang dinegosiasikan. Lalu pada tahap ini juga biasanya terdapat perbedaan dan berpotensi semakin panasnya perdebatan.
4. Konsiliasi
Yang dimaksud konsoliasi adalah melakukan tawar menawar utk memperoleh kesepakatan yang betul2 disepakati dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.
5. Solusi
Pada tahap ini kedua belah pihak mulai saling menerima dan memberi, atau dimana para negosiator mulai menemukan kesepakatan bagi kedua belah pihak dengan cara mereka masing2, dengan mengembangkan sikap relasional dan bersikap saling memberi solusi terbaik bagi kedua belah pihak.
6. Pasca Negosiasi
Tahap ini adalah tahap terakhir dari suatu negosiasi yaitu bentuk konsolidasi bagi kedua belah pihak, memastikan masing2 pihak berkomitmen atas segala yg sudah disepakati.
KETRAMPILAN BERNEGOSIASI
Berikut terdapat 2 jenis ketrampilan bernegosiasi antara lain :
1. Skill Convensional :
a. Menggunakan pertanyaan terbuka
b. Menafsirkan atau merumuskan kembali perkataan negosiator lawan dengan kata-kata sendiri
c. Diam setelah suatu pertanyaan dibuat oleh lawan negosiator.
d. Menyimpulkan dari waktu kewaktu, dan membuat catatan penting selama negosiasi
e. Menyatakan perasaan dan emosi untuk meredakan ketegangan dan membentuk rasa percaya diri.
2. Skill Nonconvensional :
a. Menunjukkan salah pengertian tentang maksud pihak lawan dengan perumusan ulang pertanyaan dan kesimpulan yang salah.
b. Membesar-besarkan apa yang dikatakan oleh negosiator lawan
c. Menggunakan kata-kata yang over stateman seperti selalu, tidak pernah,tidak mungkin, dll.
d. Membuat gerakan yang tak terduga, misalnya beralih ke hal lain tanpa diduga.
e. Menghujani pihak lawan dengan banyak pertanyaan atau bias jua terlalu banyak informasi yang menimbulkan kebingungan
referensi :
Nawangsari, Sri. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma.
Yuliantri, R. A. Etika dan Komunikasi Wawancara. Retrieved May 26, 2016 from http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Rhoma%20Dwi%20Aria%20Yuliantri,%20S.Pd.,%20M.Pd./Etika%20dan%20Komunikasi%20Wawancara.pdf
Hais, Dama. EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DAN NEGOSIASI DALAM BISNIS. retrieved May 26 2016 from repository.ung.ac.id/get/.../Efektivitas-Komunikasi-dan-Negosiasi-Dalam-Bisnis.pdf
- Mampu berperan sebagai komunikan yang sangat responsif dan tidak emosional.
- Mampu berperan sebagai komunikator yang berpatispasi aktif namun tidak memonopoli pembicaraan.
- Mampu berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab.
- Mampu mengendalikan diri, dan menghindarkan terjadinya debat, serta tidak berbicara bertele-tele.
- Mampu berperan sebagai penyelaras yang sangat bijaksana dan adil namun tidak kehilangan pendirian.
Pada dasarnya wawancara merupakan suatu obrolan biasa, tapi dengan topik yang tertentu,
dan ada pihak yang akan bertanya
(pewawancara) dan pihak lain yang harus menjawab, memberi informasi, atau menjelaskan.
Menurut Oliver Negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak yang melakukan komunikasi mempunyai hak atas hasil akhir. Sedangkan menurut Casse bahwa negosiasi itu ialah proses dimana paling tidak ada dua pihak dengan persepsi, kebutuhan, dan motivasi yang berbeda mencoba untuk bersepakat tentang suatu hal demi kepentingan bersama. Sementara Stephen Kozicki mengatakan Negosiasi merupakan suatu seni dalam mencapai persetujuan dengan memecahkan berbagai perbedaan melalui kreatifitas.
Berikut ini adalah beberapa Tujuan dari adanya Negosiasi :
1. Untuk menemukan suatu kesepakatan antara kedua belah pihak
2. Untuk memenuhi harapan/keinginan antara kedua belah pihak
3. Untuk mendapatkan sebuah keuntungan atau menghidari kerugian.
Berikut ini adalah beberapa Tujuan dari adanya Negosiasi :
1. Untuk menemukan suatu kesepakatan antara kedua belah pihak
2. Untuk memenuhi harapan/keinginan antara kedua belah pihak
3. Untuk mendapatkan sebuah keuntungan atau menghidari kerugian.
1. Persiapan
Yang dimaksud persiapan itu ialah meliputi, Mengumpulkan atau mencari informasi, Menentukan tim negosiasi, Mengusahakan lebih banyak untuk mengenal profil pihak lawan, tujuannya adalah agar tumbuh kepercayaan diri & kesiapan dalam melakukan negosiasi.
Yang dimaksud konsoliasi adalah melakukan tawar menawar utk memperoleh kesepakatan yang betul2 disepakati dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.
Pada tahap ini kedua belah pihak mulai saling menerima dan memberi, atau dimana para negosiator mulai menemukan kesepakatan bagi kedua belah pihak dengan cara mereka masing2, dengan mengembangkan sikap relasional dan bersikap saling memberi solusi terbaik bagi kedua belah pihak.
Tahap ini adalah tahap terakhir dari suatu negosiasi yaitu bentuk konsolidasi bagi kedua belah pihak, memastikan masing2 pihak berkomitmen atas segala yg sudah disepakati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar